Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.Apakah Anda berada dalam suatu hubungan cinta kasih suami istri dengan api romantisme terlihat sudah mulai meredup atau bahkan sudah mati? Jika rasa tersebut berkurang, kita dapat memperkuatnya dengan romantis yang di ajarkan Rasulullah, adapaun romantis yang diajarkan oleh Rasulullah dibawah ini:
1. Membantu melakasanakan pekerjaan keluarga.
Aisyah pernah ditanya,: Apa yang dilakukan Rasulullah dirumahnya? Aisyah menjawa,: Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya. (Shahi Al-Bukhari)
2. Mengajak Istri jika berpergian.
Aisyah berkat,:”Biasanaya apabila Rasulullah ingin melakukan suatu perjalanan mengundi istri-istrinya. Barang siapa yang keluar nama ataupun nomer udiannya akan di ajak ikut berpergian bersama Rasulullah. (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim)
3. Menyambut kedatangan Istri ketika tengah melakukan Itikaf.
Shafiyyah, Istri Rasulullah menceritakan bahwa dia (Shafiyyah) dating mengunjungi Rasulullah ketika beliau sedang melakukan itikaf pada hari kesepuluh akhri bulan Ramadhan. Shafiyyah berbicara dekat Beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Rasulullah juga untuk berdiri mengantarkannya.
Dalam suatu riwayat dikatakan: Rasulullah sedang berada di Masjid. Disamping beliau ada para Istrinya, kemudian mereka pulang.Lanatas Rasulullah bersabda kepada Shafiyyah binti Huyai, jangan terburu agar aku dapat pulan besamu. (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim)
4. Keberatan meneriam undangan makan kecuali dengan Istri.
Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah seorang Persia, pinter sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia (orang Persia) membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah, lalu dia (orang Persia) dating menemui Rasulullah untuk mengundangnya jamuan makan.
Beliau bertanya,: Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah). Orang itu menjawab,: Tidak. Rasulullah bersabda (kalau begitu) Aku (Rasulullah) tidak mau. Orang itru mengundang kembali Rasulullah, hingga samapi pada kali yang ketiga orang Persia itu mengatakan iya. Akhirnya mereka (Keluarga Rasulullah) bangun dan berangkat kerumah laki-laki itu. (Shahih Muslim)
5. Menyediakan tempat duduk yang empuk diatas kendaraan Istrinya dan menjadikan lutut Rasulullah sebagi pijakan Istrinya naik keatas kenadaraan.
Dari Anas dia berkata: Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku (Anas) melihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain dibelakang Beliau untuk Shafiyyah. Kemudian Beliau duduk disamping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut Beliau sehingga dia (Shafiyyah) bias menaiki unta tersebut. (Shahih Al-Bukhari)
6. Menawari Istriinya menyaksikan permainan orang-orang Habasya dan berdiri menonton sampai Istri minta pulang.
Dari Asiyah dia berkata,: Pada suatru hari raya orang-oarang kulit hitam memper totontan permainan perisai dan lembing.
Tidak ingat apakah aku (Aisyah) yang meminta atau Rasulullah sendiri yang berkata padaku, apakah aku ingin melihatnya? Aku menjawab: Iya. Lalu Beliau menyuruhku berdiri dibelakangnya. Pipiku menempel dengan pipi beliau, Beliau bersabda: Teruskan permainan kalian wahai Bani Arfidah (Julukan orang-orang Habasya)! Hingga ketika aku (Aisyah) merasa bosan Beliau bertanya: Apakah kamu (Aisyah) sudah puas? Aku jawab: Iya, Beliau bersabda: kalau bergitu pergilah! (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim)
Romantisme merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam hubungan suami istri. Kehidupan keluaraga yang miskin akan rasa romantisme akan terasa kering hambar dan hanya menciptakan hubungan bisu sangat mudah menggiring kepada penuan dini, banyak kaum muslimin yang melalaikan hal seperti ini meski terkesan remeh hakikatnya tidaklah seremeh yang dibayangkan.





![Foto: Hasil Survei Komnas Perlindungan Anak, 62% Remaja SMP Tidak Perawan [itu aja akhir tahun 2011, apa lagi sekarang ya??]
Posted By: Admin AL
Budayakan LIKE !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :D
Jakarta – Sebanyak 62,7% remaja SMP tidak perawan dan 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.Perilaku seks bebas pada remaja tersebar di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.
Data tersebut didapat berdasa
rkan survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) tahun 2008, dari 4.726 responden siswa SMP danSMAdi17kotabesar.Karena itu, DPR mendesak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) segera meningkatkan sosialisasi program penyiapan kehidupan berkeluargabagiremaja(PKBR).“Ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya prilaku seks bebas pada remaja yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah harus meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan de-ngan kesehatan reproduksi remaja,” tandas anggota Komisi IX DPR Herlini Amran kepada SINDOdi Jakarta kemarin. Dari data Komnas PA juga diperoleh hasil, 97% remaja pernah menonton film porno serta 93,7% pernah melakukan adegan intim bahkan hingga melakukan seks oral.Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan ada Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di daerah-daerah dan harus terus dipantau.Herlini menyampaikan, jika tidak segera diantisipasi,hal ini akan berisiko besar bagi pengelolaan kependudukan Indonesia yang akan memicu rendahnya kualitas generasi bangsa Indonesia selanjutnya. Jika mengacu pada data BKKBN tentang Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia tahun 2002-2003, remaja yang mengaku memiliki teman yang pernah berhubungan seksual sebelum menikah pada usia 14-19 tahun mencapai 34,7% untuk perempuan dan 30,9% untuk laki-laki.Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoeso menyampaikan, dewasa ini permasalahan seks bebas pada remaja tergolong kompleks dan mengkhawatirkan. Hal ini dipicu dengan kurangnya pengetahuan akan reproduksi dan seksual yang benar. Berdasarkan data yang dihimpun PKBI Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2006,remaja yang mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah yakni remaja usia 13-18 tahun.Sebanyak 60% di antaranya mengaku tidak menggunakan alat kontrasepsi dan mengaku melakukannya di rumah sendiri. Menurut dia, ini karena kurangnya informasi atau pengetahuan akan reproduksi dan seksual yang benar menjadikan seks sebagai ajang coba-coba yang berujung pada beberapa risiko di antaranya kehamilan. ??
radi saputro/sindo.com
--------------------------------------------------------------------------
Tapi kenapa harus keperawanan yang dipertanyakan??
padahal jika ada wanita tidak perawan tentu ada lelaki tidak berjaka, seharusnya begitulah logikanya.
Komentar anda sobat](https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/c65.0.403.403/p403x403/551994_415759238486572_1956940148_n.jpg)