Selasa, 04 September 2012

" KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA "


Berikut ini ada beberapa kata mutiara yang mungkin bisa menjadi inspirasi dalam hal apapun :


Jika anda tidak pernah merasakan kegagalan, itu artinya anda belum mengetahui artinya sebuah keberhasilan.

Tidak mengapa menjadi tua, asal tetap muda dalam semangat.

Kadang lebih baik diam daripada menceritakan masalahmu, karena kamu tahu sebagian orang hanya penasaran, bukan karena mereka peduli.

Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.

Kesedihan hanyalah batu penghalang, Ketika Anda tidak bahagia, kerikilpun terlihat seperti gunung

Doa itu penting, namun yang menentukan sebuah doa terkabul adalah kualitas orang yang berdoa.

Wanita tak seharusnya menjadi bulan yang dengan mudah bisa dilihat semua lelaki, Tetapi jadilah matahari yang silaunya akan membuat lelaki tertunduk sebelum memandangnya.

Daripada Mengeluh Mawar bertangkai penuh duri, Lebih baik bergembira bahwa tangkai berduri itu berbunga mawar.

Setiap jiwa yang dilahirkan sebenarnya telah tertanam benih untuk mampu mencapai puncak kesuksesan kehidupan. Namun, benih itu tidak akan pernah bisa tumbuh dengan baik tanpa di beri pupuk bernama keberanian.

Orang yang cemerlang melihat setiap halangan sebagai peluang untuk mengasah potensi, disaat orang lain menganggap setiap halangan sebagai alasan yang menyebabkan kegagalannya.

Tidak semua yang kita inginkan mampu kita peroleh, sebagaimana tidak semua yang kita peroleh adalah yang benar-benar kita inginkan.

Kejayaan adalah tangga bambu yang tidak dapat anda panjat dengan tangan yang masuk kedalam kantung celana.

Jangan mencari Tuhan karena kamu butuh jawaban. Carilah Tuhan karena kamu tahu bahwa Dia-lah jawaban atas pertanyaanmu itu.

Hanya layang-layang yang menentang angin yang mampu berkibar tinggi di angkasa.

Ilmu itu didapat dengan lidah yang gemar bertanya dan akal yang mau berfikir.

Cintailah yang memberi nikmat dan jangan engkau cintai nikmat yang diberikan.

Bahkan Adam dan Hawa pun sama-sama BERJUANG untuk keduanya saling bertemu. Tidak ada sejarahnya Adam yang kelimpungan mencari Hawa, sementara Hawa selonjoran di bawah pohon rindang sembari menunggu kedatangan Adam yang mencari dirinya.

Hidup yang berguna adalah hidup yang ketika petang akan menjelang, telah tersedia kayu bakar untuk menerangi malam yang akan datang.

Sebenarnya Anda lebih berani dari yang anda duga, lebih kuat dari yang anda tahu, dan lebih pintar yang anda kira, namun itu semua tersembunyi dibalik diding tipis bernama keragu-raguan.

Diam Bukanlah kelemahan, jika di iringi dengan perbuatan dan hasil nyata.

"Keyakinan adalah percaya dengan apa yang tidak kita lihat, dan upah dari keyakinan adalah melihat apa yang kita yakini.

Berjalan lah seperti kau tak membutuhkan uang, mencintailah seperti kau tak pernah terluka, berdansalah seperti tak ada orang yang memperhatikan.

Kemenangan adalah bagian terkecil dari sebuah pertandingan.

Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Namun Waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu bersyukur.

Aku lebih takut kepada orang yang melatih 1 buah jurus tendangan 1000 kali, daripada kepada orang yang berlatih 1000 jurus tendangan 1 kali. - Bruce Lee.

Indahnya hidup bukan karena Seberapa Banyak orang yang mengenal kita, namun Seberapa Banyak orang yang berbahagia karena kita.

Apa yang hilang darimu, relakanlah. Jangan mengeluh. Percayalah Tuhan telah menyediakan yang lebih baik.

Ketika yang dimiliki telah lepas dari genggaman, disaat itulah kau akan merasa sangat kehilangan. Untuk itu, jaga yg kau miliki!

Cinta itu memberi, seperti berkata "Aku mencintaimu apa adanya," tanpa menuntut "Cintai aku apa adanya."

Kekurangan adalah ujian
sementara untuk orang yang
akan dilebihkan. Bersabarlah.

Janganlah pengkhianatan
oleh satu orang yang tidak
baik, menjadikanmu kejam
mencurigai semua orang.


thanks to : Google

Khasiat di Balik Kesegaran Semangka


Foto: Khasiat di Balik Kesegaran Semangka

Posted By: Admin AL

Budayakan LIKE !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :D

Mulai dari efek viagra, hingga memberikan perlindungan bagi jantung.

VIVAlife - Jadikanlah makanan menjadi obatmu... Kata-kata tabib Yunani kuno bernama Hippocrates itu begitu populer di dunia kedokteran. Ini yang mendorong para ilmuwan mencari tahu manfaat makanan bagi kesehatan tubuh.

Semangka salah satunya. Di balik kesegarannya sebagai santapan pelepas dahaga, buah berwarna merah dengan kandungan air cukup tinggi ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut di antaranya:

Efek viagra
Penelitian Universitas Texas A&M, AS, menunjukkan bahwa semangka memiliki kandungan citruline yang bermanfaat membuat pembuluh darah relaks dan memperlancar aliran darah. Kondisi ini otomatis berdampak pada performa ‘junior’.

Dr Bhimu Patel, yang memimpin penelitian itu, menambahkan, citruline yang masuk ke tubuh berubah menjadi asam amino bernama arginine. Asam amino ini akan meningkatkan kadar antioksidan dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Termasuk ke area intim yang tentu meningkatkan kemampuan ereksi pada pria.

Pereda Hipertensi
Studi percontohan di Florida State University menunjukkan kekuatan semangka sebagai senjata ampuh memerangi hipertensi. Asisten Profesor FSU, Arturo Figueroa, dan Profesor Bahram H Arjmandi, yang terlibat dalam studi, menemukan bahwa kandungan asam amino semangka mampu meningkatkan fungsi arteri dan menurunkan tekanan darah pada aorta.

Pelindung jantung
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension menunjukkan senyawa alami semangka yang berperan "melebarkan" pembuluh darah. Ini bermanfaat meringankan kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Menurut WHO Food, semangka juga kaya zat antioksidan dan likopen yang berperan menetralisasi radikal bebas, sekaligus mengoksidasi kolesterol. Kemampuan semangka mengoksidasi kolesterol yang menempel dinding pembuluh darah ini jelas menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Melawan infeksi
Semangka kaya kandungan vitamin A dan C, serta betakaroten yang mampu menjauhkan tubuh dari infeksi virus. Sementara kandungan citruline dalam buah ini juga efektif mempercepat penyembuhan luka. Bagian daging berwarna putih yang paling dekat kulit paling banyak mengandung citrulin. Jadi, jangan biasakan menyantap semanggi hingga ke lapisan daging berwarna putih.Mulai dari efek viagra, hingga memberikan perlindungan bagi jantung.

VIVAlife - Jadikanlah makanan menjadi obatmu... Kata-kata tabib Yunani kuno bernama Hippocrates itu begitu populer di dunia kedokteran. Ini yang mendorong para ilmuwan mencari tahu manfaat makanan bagi kesehatan tubuh.

Semangka salah satunya. Di balik kesegarannya sebagai santapan pelepas dahaga, buah berwarna merah dengan kandungan air cukup tinggi ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut di antaranya:

Efek viagra
Penelitian Universitas Texas A&M, AS, menunjukkan bahwa semangka memiliki kandungan citruline yang bermanfaat membuat pembuluh darah relaks dan memperlancar aliran darah. Kondisi ini otomatis berdampak pada performa ‘junior’.

Dr Bhimu Patel, yang memimpin penelitian itu, menambahkan, citruline yang masuk ke tubuh berubah menjadi asam amino bernama arginine. Asam amino ini akan meningkatkan kadar antioksidan dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Termasuk ke area intim yang tentu meningkatkan kemampuan ereksi pada pria.

Pereda Hipertensi
Studi percontohan di Florida State University menunjukkan kekuatan semangka sebagai senjata ampuh memerangi hipertensi. Asisten Profesor FSU, Arturo Figueroa, dan Profesor Bahram H Arjmandi, yang terlibat dalam studi, menemukan bahwa kandungan asam amino semangka mampu meningkatkan fungsi arteri dan menurunkan tekanan darah pada aorta.

Pelindung jantung
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension menunjukkan senyawa alami semangka yang berperan "melebarkan" pembuluh darah. Ini bermanfaat meringankan kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Menurut WHO Food, semangka juga kaya zat antioksidan dan likopen yang berperan menetralisasi radikal bebas, sekaligus mengoksidasi kolesterol. Kemampuan semangka mengoksidasi kolesterol yang menempel dinding pembuluh darah ini jelas menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Melawan infeksi
Semangka kaya kandungan vitamin A dan C, serta betakaroten yang mampu menjauhkan tubuh dari infeksi virus. Sementara kandungan citruline dalam buah ini juga efektif mempercepat penyembuhan luka. Bagian daging berwarna putih yang paling dekat kulit paling banyak mengandung citrulin. Jadi, jangan biasakan menyantap semanggi hingga ke lapisan daging berwarna putih.

Senin, 03 September 2012

Kangen Masa SMA "MAN Surabaya"

Masa SMA yang tag pernah bisa aku lupakan . terletak d jl.bendul merisi selatan, surabaya , tepatnya di MADASAH ALIYAH NEGERI SURABAYA aku menemukan banyak sekali orang tua baru yg baik tentux dan sahabat2 yg super duper nyebeliiinnn tapii bikin org bisa kangen badaii sepertii aku sekarang ini. Di sini aku akan berkisah teman2 aku dri klas XII ipa 1 . kelas ini palinggg bnyak berkesan dri kls2 aku yg lain . d sni aku menemukan teman,sahabat,saudara yg baik2 dan tentux perhatian ma aku . aku uraiin yah .
dari bangku pojok sendiri deket pintu masuk ada...

A'yun : si penarii yang senyumnya menawann...

Ainun: yang kata org si tangan besii ini sangatt pintar,aku ajj sampe’ iri ma dy, selain orgx mang cantik,ramah , dy jga baikk hati tapii...jangan salah bung klo’ dy udh khadung mukul waduh ... bner sakittx mintaa ampun,,,

Vanda: sii cwek item maniiss nii modelx ank yg setia kawann... trus pasrah bngtt ma keadaan . gmn gag pasrah duduk sma sii lucha suka di pukul2, d jambak2 smpek pernah ada insiden krudungx sampek coplok gara2 si luha tapii dy sabarr ajj... ckckckck

Lucha : si cewe’ resek,nyebeliinn,suka mukul2 klo’ lggii ketawa :D , suka joget2 sndri klo’ denger musik apa lgii dangdutt... tapii asliii dy orgx PD bangettt...
dy yang membuat kelas semakin hiduppp.

Siti Ayu : yg akrab d sapa emak nii,memang kyk emak2 bneran...laguu kesukaanx india ma dangdut.
hm....cocok bner

Mia : sii kucing mia nii orgx sabarr bngt ... kadang klo’ lgii diemm yah diemmm bngt , tapii klo’ lagii cerewet... ampunn deh ...

Firman : sii cowo’ yg cukup baik menurut aku, menurut mu???

Ulul : sii cowo’ yg diemmm bngt, tapii lumayann baik sih .

Aruni : sii cewe’ yg suka perawatan... cantikk sih,tapii suka telat dateng k skula .

Nadhia : sii cwe’exis nii sukax foto2...trus d upload deh k fb. Ckckck

Dina : cewe’ manja,pelatt , yg egoiss tapi asli dy nii pinter tauk Cuma sifat dy yg kekanak2an ajj yg buuat org2.... geregetan minta ampun.. kadang2 kls jadi kyk playgrup gra2 dy... hm...

Laila : cwe’ penyabarr yg slalu baik ma spa ajj, jarangg bngt yg nmax marah.. gag kyk aku always angry :P

Nurma : shabatt setia yg aku pux. Kmanapun kami slalu berdua . hahaha :D kyk apa ajj . aslii bung dy orgx baiikkk bngtt, sabarr lgii mangkax dy bisa tmen baikk dgn aku krn dy sabar bngt walau aku kadang mara2 gg jelas ,dy gg prnah nge-jauhin aku apalgii balik mara ma aku

Nana : si cewe' dewasa yang jago bangett mengaji, biasa'nya siih anak anakk manggiL dia dengan sebutan Bu Nyai, haha =P #Peace

Fira : yg byasa ku pnggil shaun the sheep nii mang baik bngt,lucu sihh, tpi klo’ lgii diemm , diemmm melulu dri mapel prtama smpeee’ akhir

Avini : sii apiin n sii miss super judes nii sukax galauuuu melulu ,sbnrx sih adax grupp galauu nii berasal yah drii mbg galau yg satuu nii ..”apiiin”

Ifa : sii cwe’ berkulit putih yg fanatik bngt ma korea ini lumayan baik...

Rhinjani : sii cwe’ tinggi yg gayax bagus bngt klo’ lgi paskib nii cukup tegass,,, yah..nmax jga ank paskib yah hrus tegas lah...

Kurnia : sii cwe’ modis musuh beratx joko nii byasax di panggil dgn sebutan mbg cempreng . orgx baik bngt , gg sombnong,, pkokx baik deh...

Rani : sii cwe’ yg sama tuh kyk ipe fanatik bngt ma korea,dulu sih sempet tergila2 ma smash tapiii gag tau deh klo’ skrg???

Adi : cowo’ yg lbih akrab d panggil phatkayy nii sbnrx gag mirip phatkayy kok , orgx baikk bngt, perhatian ma ank cwe’.pokokx baikk deh

Agam : sii cwo’ respector nii kadang2 d panggil unyil bkn krn badanx unyil tapii mang darii umurx, dy palingg muda . jadii gag kagett deh klo’badan dy jga masii muda.

Rio : cwo’ diemmm, dan cukupp baikk sih...

Iqbal : cwo’yg byasa d sapa ndoli ini , duplikatx sii joko mereka b’dua kompakk bngt, udh sebangku, klo’ bhubuk breng,kmn2 bareng.... ckckckck

Joko : sii cowo’ kriiwul yg byasa d sapa kewarrr alias kewehh warsito ini pikiranx suka mesum truss sukax bhubuk dlm kelas, tapii aslix bungg dy org yg cerdas loh Cuma berhbng dy suka malesss ....

Yuli : sii cowo’ tampan (kata lucha :D) ini pribadi yg cukup diemm, tapii aslii kadang2 dy itu lucuu..

Khamdani : sii cowo’tinggi besar nii mang baikk bngt, n jagoo bngt yg nmax pelajaran mtk . gag tau deh kok bsa cinttaaa bngt yg nmax angka n gg suka dgn huruf alias gg suka baca . bukan bgtuu mas ?

Eko : cowo’ tegas inii memang baik,tokoh seorg pemimpin lumayan melekat d dirix,tapii gag jarang loh dy suka neegeessss....

Idam : sii cowo’ item maniss nih lumayan tenarr gara2 gaya andeca-andecii dy yg lucuu bngt . slainn itu dy ank band . yg kadang2 tidur waktu jm pljarann.. ckckck

byasax pagi2 aku udh d sapa ma muka2 ceria mreka....
rasanya sediihhh bngtt....
mungkin ada sebagian dri kalian menggap perpisahan nii adalah sesuatu byasa ajj bahkan gg pnting, tapii menurut akuu nii hal yg sulit.
hampirr aku nangiss kala nginget kebersamaan kita yg udah berakhir.
kita belajar barengg...
ketawa bareng...
nyanyiii –nyanyii ,barenggg....
nangiss bareng....
do’a bareng.....

aduh aku gg bisa rasainn hal itu lgii sekarang,,,

terima kasiih yah teman udh memberikan kenangan2 terindah kpd kku,
buku kenangan itu , salah satu objek yg aku simpenn baik2...
krn hax bku itu yg menjadii saksii kebersamaan kita,,,
senyum kaliann d ftoo itu buat aku bangkitt dan sadar klo’ kita akan bertemu lagii....
entah kapann itu....

suksess selaluu yah kawannn.....

semoga kalian gak ngelupain aku ;))
By : Nana XII IPA 1

Senin, 27 Agustus 2012

Senjata Buatan Indonesia Laris di Irak

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan senang kunjungan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin ke Irak dan Uganda beberapa waktu lalu membuahkan hasil positif. Kedua negara itu memesan persenjataan buatan Indonesia.

"Saya senang sekali Wamenhan dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad, dan Dahana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 27 Agustus 2012.

Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN tersebut.

Foto: Senjata Buatan Indonesia Laris di Irak

Posted By: Admin AL

Budayakan LIKE !!!!!!!!!!!!!!!!!!! :D

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan senang kunjungan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin ke Irak
dan Uganda beberapa waktu lalu membuahkan hasil positif. Kedua negara itu memesan persenjataan buatan Indonesia.

"Saya senang sekali Wamenhan dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad, dan Dahana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 27 Agustus 2012.

Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut Pindad, Adik Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2.

Delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.

Walaupun Dahlan tidak ikut dalam delegasi Indonesia ke tiga negara tersebut, namun Dahlan selalu mendapat laporan langsung. "Dua hari setelah Wamenhan ke Irak, saya ke Irak namun tujuan saya pribadi. Kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan Indonesia," ungkap mantan dirut PLN ini.

Selain itu, kata Dahlan, Irak juga tertarik membeli pesawat CN-235 dan NC-212.Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut Pindad, Adik Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2.

Delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.

Walaupun Dahlan tidak ikut dalam delegasi Indonesia ke tiga negara tersebut, namun Dahlan selalu mendapat laporan langsung. "Dua hari setelah Wamenhan ke Irak, saya ke Irak namun tujuan saya pribadi. Kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan Indonesia," ungkap mantan dirut PLN ini.

Selain itu, kata Dahlan, Irak juga tertarik membeli pesawat CN-235 dan NC-212.

Adanya Hubungan Erat Ka’bah Dan Kiamat

Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di bakkah (makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (qs. Ali imran: 96)

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus solat menghadap kiblat, juga kenapa harus ada ibadah thawaf, ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :
Foto: Detik77 | Adanya Hubungan Erat Ka’bah Dan Kiamat


Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di bakkah (makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (qs. Ali imran: 96)

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus solatmenghadap kiblat, juga kenapa harus ada ibadah thawaf, ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :

1. Ketika mempelajari kaidah tangan kanan (hukum agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh arah jempol. Ini benar-benar suatu peristiwa yang unik dan aneh.

2. Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa solat harus menghadap kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap kiblat

4. Kenapa solat di masjidil haram menurut hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.

5. Singgasana tuhan ada di langit tertinggi


Perenungan sintesa (ilmu umum) :

1. Energi solat dan doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di kabah setiap saat, karena bumi berputar sehingga solat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24jam, misal orang bandung solat dzuhur, beberapa menit kemudian orang jakarta dzuhur, beberapa menit kemudian serang dzuhur, lampung dan seterusnya. Belum selesai dzuhur di india pakistan, di makasar sudah mulai ashar dan seterusnya. Pada saat dzuhur di jakarta di london sholat subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah makah sekitarnya dan jamaah umroh/haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan jumlah/waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum kaidah tangan kanan bahwa energi yang terkumpul akan diputar dengan tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di kabah namun semuanya naik ke langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari kabah. Menuju langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke hadirat nya. Jadi selama 24 jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus


Kesimpulan
1. Solat dan doa, diyakini akan sampai ke langit menuju singgasana tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengantuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkatalam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan maha pandai, maha besar dan maha segalanya.


Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada tuhan yang maha esa.

Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan kitab suci dan hadist bahkan mendukungnya.

Semoga bermanfaat . . .

==========

Ramalan untuk memastikan bahwa ka’bah dan kiamat hanya allah yang tahu :
1. Ka’bah akan hancur dengan sendirinya (terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti).

2. Jika pusat bumi bergeser akan banyak kekacauan (seperti musim yang tidak mengenal waktu).

3. Kiamat akan cepat terjadi jika sholat sudah ditinggalkan.

4. Anda pasti juga pernah mendengar jika siapa yang meninggalkan sholat berarti telah merobohkan agama.


[[ Klik Berlangganan Aditya Rizky Pertamax ]]
1. Ketika mempelajari kaidah tangan kanan (hukum agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh arah jempol. Ini benar-benar suatu peristiwa yang unik dan aneh.

2. Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa solat harus menghadap kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap kiblat

4. Kenapa solat di masjidil haram menurut hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.

5. Singgasana tuhan ada di langit tertinggi


Perenungan sintesa (ilmu umum) :

1. Energi solat dan doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di kabah setiap saat, karena bumi berputar sehingga solat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24jam, misal orang bandung solat dzuhur, beberapa menit kemudian orang jakarta dzuhur, beberapa menit kemudian serang dzuhur, lampung dan seterusnya. Belum selesai dzuhur di india pakistan, di makasar sudah mulai ashar dan seterusnya. Pada saat dzuhur di jakarta di london sholat subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah makah sekitarnya dan jamaah umroh/haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan jumlah/waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum kaidah tangan kanan bahwa energi yang terkumpul akan diputar dengan tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di kabah namun semuanya naik ke langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari kabah. Menuju langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke hadirat nya. Jadi selama 24 jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus


Kesimpulan
1. Solat dan doa, diyakini akan sampai ke langit menuju singgasana tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengantuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkatalam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan maha pandai, maha besar dan maha segalanya.


Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada tuhan yang maha esa.

Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan kitab suci dan hadist bahkan mendukungnya.

Semoga bermanfaat . . .


==========

Ramalan untuk memastikan bahwa ka’bah dan kiamat hanya allah yang tahu :
1. Ka’bah akan hancur dengan sendirinya (terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti).

2. Jika pusat bumi bergeser akan banyak kekacauan (seperti musim yang tidak mengenal waktu).

3. Kiamat akan cepat terjadi jika sholat sudah ditinggalkan.

4. Anda pasti juga pernah mendengar jika siapa yang meninggalkan sholat berarti telah merobohkan agama.

Kisah Nyata : "ANAK CACAT ITU BERNAMA SALIM"

Foto: Kisah Nyata : ANAK CACAT ITU BERNAMA SALIM

Posted By: Admin AL

Budayakan LIKE !!!!!!!!!!!!!!!!!!! :D

Hot Spot l Belum sampai 30 tahun usiaku ketika istriku melahirkan anak pertamaku. Masih aku ingat malam itu, dimana aku menghabiskan malam bersama dengan teman-temanku hingga akhir malam, dimana wak
tu semalaman aku isi dengan ghibah dan komentar-komentar yang haram. Akulah yang paling banyak membuat mereka tertawa, membicarakan aib manusia, dan mereka pun tertawa.

ku ingat malam itu, dimana aku membuat mereka banyak tertawa. Aku punya bakat luar biasa untuk membuat mereka tertawa. Aku bisa mengubah nada suara hingga menyeruapi orang yang aku tertawakan. Aku menertawakan ini dan itu, hingga tidak ada seorangpun yang selamat dari tertawaanku walaupun ia adalah para sahabatku. Hingga akhirnya sebagian dari mereka menjauhiku agar selamat dari lisanku.Aku ingat pada malam itu aku mengejek seorang yang buta, yang aku melihatnya sedang mengemis di pasar. Lebih buruk lagi, aku meletakkan kakiku di depannya untuk mendorongnya hingga ia goyah dan jatuh, hingga dia berpaling dengan kepalanya dan tidak mengetahui apa yang ia katakan. Leluconku menyebabkan orang-orang yang ada di pasar tertawa.Aku kembali ke rumah dalam keadaan terlambat seperti biasa. Aku mendapati istriku yang sedang menungguku tengah bersedih. Dia bertanya padaku, darimana saja kamu? Aku menjawabnya dengan sinis, “Aku lelah.” Kelelahan tampak jelas diwajahnya. Ia berkata dengan menangis tersedu, “Aku lelah sekali, tampaknya waktu persalinanku sudah dekat.”

Dalam diamnya, air matanya menetes di pipinya. Aku merasa bahwa aku telah mengabaikan istriku dalam hal ini. Seharusnya aku memperhatikannya dan mengurangi begadangku, lebih khusus di bulan kesembilan dari kehamilannya ini. Akhirnya, aku membawanya ke rumah sakit dengan segera dan aku masuk ke ruang bersalin. Aku seakan merasakan sakit yang sangat beberapa saat. Aku menunggu persalinan istriku dengan sabar, tapi ternyata sulit sekali proses persalinannya. Aku menunggu lama sekali hingga aku kelelahan. Maka aku pulang ke rumah dengan meninggalkan nomor HP ku di rumah sakit dengan harapan mereka mengabariku.

Setelah beberapa saat, mereka menghubungiku dengan kelahiran Salim. Maka aku bergegas ke rumah sakit. Pertama kali mereka melihatku, aku bertanya tentang kamarnya. Tetapi mereka memintaku untuk menemui dokter yang bertanggung jawab dalam proses persalinan istriku. Aku berteriak kepada mereka: “Dokter apa? Aku hanya perlu melihat anakku.” Akan tetapi mereka mengatakan: “Anda harus menemui dokter terlebih dahulu.”

Akhirnya aku menemui dokter tersebut. Lantas dia berbicara kepadaku tentang musibah dan ridha terhadap takdir. Kemudian ia berkata: “Mata kedua anak anda buruk, dan sepertinya dia akan kehilangan penglihatannya!”

Aku menundukkan kepala dan berusaha mengendalikan ucapanku. Aku jadi teringat dengan pengemis buta yang aku dorong di pasar dan menertawakannya di hadapan manusia.

Maha Suci Allah, sebagaimana engkau mengutuk, maka engkau akan dikutuk. Aku sangat sedih dan tidak mengetahui apa yang aku katakan. Kemudian aku ingat istri dan anakku. Aku berterima kasih kepada dokter atas kelemah lembutannya, lantas aku berlalu dan tidak melihat istriku. Adapun istriku maka dia tidak bersedih, dia ridha dan beriman terhadap takdir Allah. Seringkali ia menasehatiku untuk menjaga diri dari menertawakan orang lain, dan ia juga senantiasa mengulang-ulanginya agar aku tidak ghibah.

Kami keluar dari rumah sakit bersama Salim. Sungguh, aku tidak banyak memperhatikannya. Aku menganggapnya tidak ada di rumah. Ketika tangisannya sangat keras, aku lari ke lorong untuk tidur di sana. Sedangkan istriku sangat memperhatikan dan mencintainya. Sebenarnya aku tidak membencinya, tetapi masih belum bisa mencintainya.

Salim pun semakin besar. Mulailah dia merangkak, akan tetapi cara merangkaknya aneh. Umurnya hampir setahun, dan mulailah dia berjalan. Maka semakin jelas jika dia pincang. Maka beban yang berada di pundakku semakin besar. Setelah itu istriku melahirkan anak yang normal setelahnya, Umar dan Khalid. Berlalulah beberapa tahun dan Salim semakin besar, dan tumbuh besar pula saudara-saudaranya. Aku sendiri tidak seberapa suka duduk-duduk di rumah, seringkali aku menghabiskan waktu bersama dengan teman-temanku.

Istriku tidak pernah putus asa untuk senantiasa menasehatiku. Dia senantiasa mendoakanku agar mendapat hidayah. Dia tidak pernah marah terhadap perbuatanku yang gegabah. Akan tetapi, ia sangat bersedih jika melihatku banyak memperhatikan saudara-saudara Salim, sementara kepada Salim aku meremehkannya. Salim semakin besar dan harapanku kepadanya juga semakin besar. Aku tidak melarang ketika istriku memintaku agar mendaftarkan Salim di salah satu sekolah khusus penyandang cacat. Tidak terasa aku telah melalui beberapa tahun hanya aku gunakan untuk bekerja, tidur, makan dan begadang dengan teman-temanku.

Pada hari Jumat, aku bangun pada pukul 11.00 waktu zhuhur. Dan ini masih terlalu pagi bagiku, dimana ketika itu aku diundang untuk menghadiri suatu perjamuan. Aku berpakaian, mengenakan wewangian dan hendak keluar. Aku berjalan melalui lorong rumah, namun wajah Salim menghentikan langkahku. Dia menangis dengan meluap-luap!

Ini adalah kali pertama aku memperhatikan Salim semenjak dia masih kecil. Telah berlalu 10 tahun, tetapi aku tidak pernah memperhatikannya. Aku mencoba untuk pura-pura tidak tahu, tetapi tidak bisa. Aku mendengarkan suaranya yang sedang memanggil ibunya, sementara aku sendiri berada di dalam kamar. Aku melihatnya dan berusaha mendekat kepadanya. Aku berkata: “Salim, mengapa engkau menangis?” Ketika mendengar suaraku, ia berhenti menangis. Maka ketika ia merasa aku telah berada di dekatnya, dia mulai merasakan apa yang ada di sekitarnya dengan kedua tangannya yang kecil. Dengan apakah dia melihat? Aku merasa bahwa dia berusaha untuk menjauh dariku!! Seolah-olah ia berkata: “Sekarang engkau telah merasakan keberadaanku. Dimana saja engkau selama 10 tahun yang lalu?!” Aku mengikutinya, ia masuk ke dalam kamarnya. Ia menolak memberitahukan kepadaku sebab dari tangisannya. Maka aku mencoba untuk berlemah lembut kepadanya. Mulailah Salim menjelaskan sebab tangisannya. Aku mendengar ucapannya, dan aku mulai bangkit.

Apakah kalian tahu apa yang menjadi sebabnya!! Saudaranya, Umar, terlambat, terlambat mengantarkannya pergi ke masjid, sebab ketika itu adalah shalat jumat, dia khawatir tidak mendapatkan shaf pertama. Ia memanggil Umar, ia memanggil ibunya, akan tetapi tidak ada yang menjawabnya, akhirnya ia menangis. Aku melihat airmata yang mengalir dari kedua matanya yang tertutup. Aku belum bisa memahami kata-katanya yang lain. Aku meletakkan tanganku kepadanya dan berkata: “Apakah untuk itu engkau menangis, wahai Salim…?!”

Dia berkata, “Ya…”

Aku telah lupa dengan teman-temanku, aku telah lupa dengan undangan perjamuan.

Aku berkata: “Salim, jangan bersedih! Tahukah engkau siapakah yang akan berangkat denganmu pada hari ini ke Masjid?”

Ia berkata: “Dengan Umar tentunya, tetapi ia selalu terlambat.”

Aku berkata: “Bukan, tetapi aku yang akan pergi bersamamu.”

Salim terkejut, ia seakan tidak percaya. Dia mengira aku mengolok-oloknya. Dia meneteskan airmata kemudian menangis. Aku mengusap airmatnya dengan tanganku dan aku pegang tangannya. Aku ingin mengantarkannya dengan mobil, tetapi ia menolak seraya mengatakan: “Masjidnya dekat, aku hanya ingin berjalan menuju masjid!”

Aku tidak ingat kapan kali terakhir aku masuk ke dalam masjid. Akan tetapi ini adalah kali pertama aku merasakan adanya takut dan penyesalan atas apa yang telah aku lalaikan selama beberapa tahun belakangan. Masjid itu dipenuhi dengan orang-orang yang shalat, kecuali aku mendapati Salim duduk di shaf pertama. Kami mendengarkan khutbah jumat bersama, dan dia shalat di sampingku. Bahkan, sebenarnya akulah yang shalat di sampingnya.

Setelah shalat, Salim meminta kepadaku sebuah mushaf. Aku merasa aneh, bagaimana dia akan membacanya padahal ia buta? Aku hampir saja mengabaikan permintaannya dan berpura-pura tidak mengetahui permintaannya. Akan tetapi aku takut jika aku melukai perasaannya. Akhirnya aku mengambilkan sebuah mushaf. Aku membuka mushaf dan memulainya dari surat al Kahfi. Terkadang aku membalik-balik lembaran, terkadang pula aku melihat daftar isinya. Maka ia mengambil mushaf itu dari tanganku kemudian meletakkannya. Aku berkata: “Ya Allah, bagaimana aku mendapatkan surat al kahfi, aku mencari-carinya hingga mendapatkannya di hadapannya!!”

Mulailah ia membaca surat itu dalam keadaan kedua matanya tertutup. Ya Allah…!! Ia telah hafal surat al Kahfi secara keseluruhan…!

Aku malu pada diriku sendiri. Aku memegang mushaf, namun aku rasakan seluruh anggota badanku menggigil. Aku baca dan aku baca. Aku berdoa kepada Allah agar mengampuniku dan memberi petunjuk kepadaku. Aku tidak kuasa, maka mulailah aku menangis seperti anak kecil. Manusia masih berada di masjid untuk mendirikan shalat sunnah. Aku malu pada mereka, maka mulailah aku menyembunyikan tangisanku. Maka berubahlah tangisan itu menjadi isakan.

Aku tidak merasakan apa-apa ketika itu kecuali melalui tangan kecil yang meraba wajahku dan mengusap kedua airmataku. Dialah Salim!! Aku dekap dia ke dadaku dan aku melihatnya. Aku berkata kepada diriku sendiri, “Engkau tidaklah buta wahai anakku, akan tetapi akulah yang buta, ketika aku bersyair di belakang orang fasiq yang menyeretku ke dalam api neraka.”

Kami kembali ke rumah. Istriku sangat gelisah terhadap Salim. Namun seketika itu juga kegelisahannya berubah menjadi airmata kebahagiaan ketika ia mengetahui bahwa aku telah shalat jumat bersama Salim.

Sejak saat itu, aku tidak pernah ketinggalan untuk mendirikan shalat jamaah di masjid. Aku telah meninggalkan teman-teman yang buruk. Sekarang aku telah mendapatkan banyak teman yang aku kenal di masjid. Aku merasakan nikmatnya iman bersama mereka. Aku mengetahui dari mereka banyak hal yang dilalaikan oleh dunia. Aku tidak pernah ketinggalan mendatangi kelompok-kelompok pengajian atau shalat witir. Aku telah mengkhatamkan al Quran beberapa kali dalam sebulan. Lisanku telah basah dengan dzikir agar Allah mengampuni dosa-dosaku berupa ghibah dan menertawakan manusia. Aku merasa lebih dekat dengan keluargaku. Hilang sudah ketakutan dan belas kasihan yang selama ini ada di mata istriku. Senyuman tidak pernah pergi menjauhi wajah anakku, Salim. Siapa yang melihatnya akan mengira bahwa dia adalah seorang malaikat dunia beserta isinya. Aku banyak memuji Allah atas segala nikmat-Nya.

Suatu hari, teman-temanku yang shalih menetapkan diri melakukan safar untuk berdakwah. Aku ragu-ragu untuk pergi. Aku melakukan istikharah dan bermusyawarah dengan istri. Aku merasa dia akan menolak keinginanku. Akan tetapi ternyata sebaliknya, ia menyetujui keinginanku! Aku sangat bahagia, bahkan ia memotivasiku. Dia telah melihat masa laluku, dimana aku melakukan safar tanpa musyawarah dengannya sebagai bentuk kefasiqan dan perbuatan jahat.

Aku menghadap ke arah Salim. Aku mengabarinya jika aku hendak melakukan safar. Maka dia memegangku dengan kedua tangannya yang masih kecil sebagai ungkapan selamat jalan.

Aku telah meninggalkan rumahku lebih dari satu bulan. Selama itu, aku masih senantiasa menghubungi istriku dan juga berbicara kepada anak-anakku selama ada kesempatan. Aku sangat rindu kepada mereka. Ah, betapa rindunya aku kepada Salim. Aku sangat ingin mendengarkan suaranya. Dialah satu-satunya yang belum berbicara denganku semenjak aku melakukan safar. Bisa jadi karena dia berada di sekolah, bisa juga dia berada di masjid ketika aku menghubungi mereka.

Setiap kali aku berbicara dengan istriku perihal kerinduanku padanya (Salim), maka ia tertawa suka cita dan bahagia. Kecuali kali terakhir aku meneleponnya, aku tidak mendengar tawanya seperti biasa, suaranya berubah.

Aku berkata kepadanya: “Sampaikan salamku kepada Salim.” Istriku menjawab: “Insya Allah…!” Kemudian ia terdiam.

Terakhir, aku pun kembali ke rumah. Aku ketuk pintu. Aku berangan-angan jika Salim yang akan membukakan pintu itu. Akan tetapi, aku mendapati anakku Khalid yang usianya belum sampai 4 tahun membukakan pintu. Aku gendong dia, dan dia berteriak-teriak: “Baba…baba…”

Aku tidak tahu kenapa dadaku berdebar ketika memasuki rumah.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Istriku menyambutku. Wajahnya mulai berubah, seolah-olah kebahagiaannya dibuat-buat.

Aku perhatikan ia baik-baik kemudian aku bertanya: “Ada apa denganmu?”

Ia berkata: “Tidak apa-apa.”

Tiba-tiba aku teringat Salim, maka aku berkata: “Dimana Salim.”

Istriku menundukkan wajahnya dan tidak menjawab. Airmata yang masih hangat menetes di pipinya.

Aku berteriak, “Salim…! Di mana Salim?”

Aku mendengar suara anakku Khalid yang hanya bisa mengatakan: “Baba…”

“Salim telah melihat surga,” kata istriku.

Istriku tidak kuasa dengan situasi ketika itu. Ia hendak menangis, hampir saja ia pingsan. Maka kemudian aku keluar dari kamar.

Aku tahu setelah itu, bahwa Salim terserang panas yang sangat tinggi beberapa hari sebelum kedatanganku. Istriku telah membawanya ke rumah sakit, ketika tiba disana maka ia menghembuskan nafas terakhir. Ruhnya telah meninggalkan jasadnya.
Aku mengira, anda semua wahai para pembaca akan menangis, dan air mata anda akan mengalir sebagaimana air mata kami juga mengalir. Anda akan tersentuh sebagaimana kami juga tersentuh. Aku berharap Anda semua tidak lupa untuk mendoakan Salim, lebih khusus lagi bagi ibunya yang tetap teguh menjalankan tugasnya walaupun suaminya pergi. Jadilah ibu tersebut seperti perusahaan sebenarnya yang menghasilkan kaum laki-laki yang kuat. Semoga Allah membalas amal kebaikannya.(Pelaku dari kisah ini termasuk diantara dai yang ternama dan terkenal. Ia memiliki banyak rekaman, ceramah dan tulisan. Sumber diambil dari kisah yang berjudul “Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada siapa yang Ia kehendaki”,

Sumber : Qiblati tahun ke 2 cetakan ke VIIBelum sampai 30 tahun usiaku ketika istriku melahirkan anak pertamaku. Masih aku ingat malam itu, dimana aku menghabiskan malam bersama dengan teman-temanku hingga akhir malam, dimana waktu semalaman aku isi dengan ghibah dan komentar-komentar yang haram. Akulah yang paling banyak membuat mereka tertawa, membicarakan aib manusia, dan mereka pun tertawa.

ku ingat malam itu, dimana aku membuat mereka banyak tertawa. Aku punya bakat luar biasa untuk membuat mereka tertawa. Aku bisa mengubah nada suara hingga menyeruapi orang yang aku tertawakan. Aku menertawakan ini dan itu, hingga tidak ada seorangpun yang selamat dari tertawaanku walaupun ia adalah para sahabatku. Hingga akhirnya sebagian dari mereka menjauhiku agar selamat dari lisanku.Aku ingat pada malam itu aku mengejek seorang yang buta, yang aku melihatnya sedang mengemis di pasar. Lebih buruk lagi, aku meletakkan kakiku di depannya untuk mendorongnya hingga ia goyah dan jatuh, hingga dia berpaling dengan kepalanya dan tidak mengetahui apa yang ia katakan. Leluconku menyebabkan orang-orang yang ada di pasar tertawa.Aku kembali ke rumah dalam keadaan terlambat seperti biasa. Aku mendapati istriku yang sedang menungguku tengah bersedih. Dia bertanya padaku, darimana saja kamu? Aku menjawabnya dengan sinis, “Aku lelah.” Kelelahan tampak jelas diwajahnya. Ia berkata dengan menangis tersedu, “Aku lelah sekali, tampaknya waktu persalinanku sudah dekat.”

Dalam diamnya, air matanya menetes di pipinya. Aku merasa bahwa aku telah mengabaikan istriku dalam hal ini. Seharusnya aku memperhatikannya dan mengurangi begadangku, lebih khusus di bulan kesembilan dari kehamilannya ini. Akhirnya, aku membawanya ke rumah sakit dengan segera dan aku masuk ke ruang bersalin. Aku seakan merasakan sakit yang sangat beberapa saat. Aku menunggu persalinan istriku dengan sabar, tapi ternyata sulit sekali proses persalinannya. Aku menunggu lama sekali hingga aku kelelahan. Maka aku pulang ke rumah dengan meninggalkan nomor HP ku di rumah sakit dengan harapan mereka mengabariku.

Setelah beberapa saat, mereka menghubungiku dengan kelahiran Salim. Maka aku bergegas ke rumah sakit. Pertama kali mereka melihatku, aku bertanya tentang kamarnya. Tetapi mereka memintaku untuk menemui dokter yang bertanggung jawab dalam proses persalinan istriku. Aku berteriak kepada mereka: “Dokter apa? Aku hanya perlu melihat anakku.” Akan tetapi mereka mengatakan: “Anda harus menemui dokter terlebih dahulu.”

Akhirnya aku menemui dokter tersebut. Lantas dia berbicara kepadaku tentang musibah dan ridha terhadap takdir. Kemudian ia berkata: “Mata kedua anak anda buruk, dan sepertinya dia akan kehilangan penglihatannya!”

Aku menundukkan kepala dan berusaha mengendalikan ucapanku. Aku jadi teringat dengan pengemis buta yang aku dorong di pasar dan menertawakannya di hadapan manusia.

Maha Suci Allah, sebagaimana engkau mengutuk, maka engkau akan dikutuk. Aku sangat sedih dan tidak mengetahui apa yang aku katakan. Kemudian aku ingat istri dan anakku. Aku berterima kasih kepada dokter atas kelemah lembutannya, lantas aku berlalu dan tidak melihat istriku. Adapun istriku maka dia tidak bersedih, dia ridha dan beriman terhadap takdir Allah. Seringkali ia menasehatiku untuk menjaga diri dari menertawakan orang lain, dan ia juga senantiasa mengulang-ulanginya agar aku tidak ghibah.

Kami keluar dari rumah sakit bersama Salim. Sungguh, aku tidak banyak memperhatikannya. Aku menganggapnya tidak ada di rumah. Ketika tangisannya sangat keras, aku lari ke lorong untuk tidur di sana. Sedangkan istriku sangat memperhatikan dan mencintainya. Sebenarnya aku tidak membencinya, tetapi masih belum bisa mencintainya.

Salim pun semakin besar. Mulailah dia merangkak, akan tetapi cara merangkaknya aneh. Umurnya hampir setahun, dan mulailah dia berjalan. Maka semakin jelas jika dia pincang. Maka beban yang berada di pundakku semakin besar. Setelah itu istriku melahirkan anak yang normal setelahnya, Umar dan Khalid. Berlalulah beberapa tahun dan Salim semakin besar, dan tumbuh besar pula saudara-saudaranya. Aku sendiri tidak seberapa suka duduk-duduk di rumah, seringkali aku menghabiskan waktu bersama dengan teman-temanku.

Istriku tidak pernah putus asa untuk senantiasa menasehatiku. Dia senantiasa mendoakanku agar mendapat hidayah. Dia tidak pernah marah terhadap perbuatanku yang gegabah. Akan tetapi, ia sangat bersedih jika melihatku banyak memperhatikan saudara-saudara Salim, sementara kepada Salim aku meremehkannya. Salim semakin besar dan harapanku kepadanya juga semakin besar. Aku tidak melarang ketika istriku memintaku agar mendaftarkan Salim di salah satu sekolah khusus penyandang cacat. Tidak terasa aku telah melalui beberapa tahun hanya aku gunakan untuk bekerja, tidur, makan dan begadang dengan teman-temanku.

Pada hari Jumat, aku bangun pada pukul 11.00 waktu zhuhur. Dan ini masih terlalu pagi bagiku, dimana ketika itu aku diundang untuk menghadiri suatu perjamuan. Aku berpakaian, mengenakan wewangian dan hendak keluar. Aku berjalan melalui lorong rumah, namun wajah Salim menghentikan langkahku. Dia menangis dengan meluap-luap!

Ini adalah kali pertama aku memperhatikan Salim semenjak dia masih kecil. Telah berlalu 10 tahun, tetapi aku tidak pernah memperhatikannya. Aku mencoba untuk pura-pura tidak tahu, tetapi tidak bisa. Aku mendengarkan suaranya yang sedang memanggil ibunya, sementara aku sendiri berada di dalam kamar. Aku melihatnya dan berusaha mendekat kepadanya. Aku berkata: “Salim, mengapa engkau menangis?” Ketika mendengar suaraku, ia berhenti menangis. Maka ketika ia merasa aku telah berada di dekatnya, dia mulai merasakan apa yang ada di sekitarnya dengan kedua tangannya yang kecil. Dengan apakah dia melihat? Aku merasa bahwa dia berusaha untuk menjauh dariku!! Seolah-olah ia berkata: “Sekarang engkau telah merasakan keberadaanku. Dimana saja engkau selama 10 tahun yang lalu?!” Aku mengikutinya, ia masuk ke dalam kamarnya. Ia menolak memberitahukan kepadaku sebab dari tangisannya. Maka aku mencoba untuk berlemah lembut kepadanya. Mulailah Salim menjelaskan sebab tangisannya. Aku mendengar ucapannya, dan aku mulai bangkit.

Apakah kalian tahu apa yang menjadi sebabnya!! Saudaranya, Umar, terlambat, terlambat mengantarkannya pergi ke masjid, sebab ketika itu adalah shalat jumat, dia khawatir tidak mendapatkan shaf pertama. Ia memanggil Umar, ia memanggil ibunya, akan tetapi tidak ada yang menjawabnya, akhirnya ia menangis. Aku melihat airmata yang mengalir dari kedua matanya yang tertutup. Aku belum bisa memahami kata-katanya yang lain. Aku meletakkan tanganku kepadanya dan berkata: “Apakah untuk itu engkau menangis, wahai Salim…?!”

Dia berkata, “Ya…”

Aku telah lupa dengan teman-temanku, aku telah lupa dengan undangan perjamuan.

Aku berkata: “Salim, jangan bersedih! Tahukah engkau siapakah yang akan berangkat denganmu pada hari ini ke Masjid?”

Ia berkata: “Dengan Umar tentunya, tetapi ia selalu terlambat.”

Aku berkata: “Bukan, tetapi aku yang akan pergi bersamamu.”

Salim terkejut, ia seakan tidak percaya. Dia mengira aku mengolok-oloknya. Dia meneteskan airmata kemudian menangis. Aku mengusap airmatnya dengan tanganku dan aku pegang tangannya. Aku ingin mengantarkannya dengan mobil, tetapi ia menolak seraya mengatakan: “Masjidnya dekat, aku hanya ingin berjalan menuju masjid!”

Aku tidak ingat kapan kali terakhir aku masuk ke dalam masjid. Akan tetapi ini adalah kali pertama aku merasakan adanya takut dan penyesalan atas apa yang telah aku lalaikan selama beberapa tahun belakangan. Masjid itu dipenuhi dengan orang-orang yang shalat, kecuali aku mendapati Salim duduk di shaf pertama. Kami mendengarkan khutbah jumat bersama, dan dia shalat di sampingku. Bahkan, sebenarnya akulah yang shalat di sampingnya.

Setelah shalat, Salim meminta kepadaku sebuah mushaf. Aku merasa aneh, bagaimana dia akan membacanya padahal ia buta? Aku hampir saja mengabaikan permintaannya dan berpura-pura tidak mengetahui permintaannya. Akan tetapi aku takut jika aku melukai perasaannya. Akhirnya aku mengambilkan sebuah mushaf. Aku membuka mushaf dan memulainya dari surat al Kahfi. Terkadang aku membalik-balik lembaran, terkadang pula aku melihat daftar isinya. Maka ia mengambil mushaf itu dari tanganku kemudian meletakkannya. Aku berkata: “Ya Allah, bagaimana aku mendapatkan surat al kahfi, aku mencari-carinya hingga mendapatkannya di hadapannya!!”

Mulailah ia membaca surat itu dalam keadaan kedua matanya tertutup. Ya Allah…!! Ia telah hafal surat al Kahfi secara keseluruhan…!

Aku malu pada diriku sendiri. Aku memegang mushaf, namun aku rasakan seluruh anggota badanku menggigil. Aku baca dan aku baca. Aku berdoa kepada Allah agar mengampuniku dan memberi petunjuk kepadaku. Aku tidak kuasa, maka mulailah aku menangis seperti anak kecil. Manusia masih berada di masjid untuk mendirikan shalat sunnah. Aku malu pada mereka, maka mulailah aku menyembunyikan tangisanku. Maka berubahlah tangisan itu menjadi isakan.

Aku tidak merasakan apa-apa ketika itu kecuali melalui tangan kecil yang meraba wajahku dan mengusap kedua airmataku. Dialah Salim!! Aku dekap dia ke dadaku dan aku melihatnya. Aku berkata kepada diriku sendiri, “Engkau tidaklah buta wahai anakku, akan tetapi akulah yang buta, ketika aku bersyair di belakang orang fasiq yang menyeretku ke dalam api neraka.”

Kami kembali ke rumah. Istriku sangat gelisah terhadap Salim. Namun seketika itu juga kegelisahannya berubah menjadi airmata kebahagiaan ketika ia mengetahui bahwa aku telah shalat jumat bersama Salim.

Sejak saat itu, aku tidak pernah ketinggalan untuk mendirikan shalat jamaah di masjid. Aku telah meninggalkan teman-teman yang buruk. Sekarang aku telah mendapatkan banyak teman yang aku kenal di masjid. Aku merasakan nikmatnya iman bersama mereka. Aku mengetahui dari mereka banyak hal yang dilalaikan oleh dunia. Aku tidak pernah ketinggalan mendatangi kelompok-kelompok pengajian atau shalat witir. Aku telah mengkhatamkan al Quran beberapa kali dalam sebulan. Lisanku telah basah dengan dzikir agar Allah mengampuni dosa-dosaku berupa ghibah dan menertawakan manusia. Aku merasa lebih dekat dengan keluargaku. Hilang sudah ketakutan dan belas kasihan yang selama ini ada di mata istriku. Senyuman tidak pernah pergi menjauhi wajah anakku, Salim. Siapa yang melihatnya akan mengira bahwa dia adalah seorang malaikat dunia beserta isinya. Aku banyak memuji Allah atas segala nikmat-Nya.

Suatu hari, teman-temanku yang shalih menetapkan diri melakukan safar untuk berdakwah. Aku ragu-ragu untuk pergi. Aku melakukan istikharah dan bermusyawarah dengan istri. Aku merasa dia akan menolak keinginanku. Akan tetapi ternyata sebaliknya, ia menyetujui keinginanku! Aku sangat bahagia, bahkan ia memotivasiku. Dia telah melihat masa laluku, dimana aku melakukan safar tanpa musyawarah dengannya sebagai bentuk kefasiqan dan perbuatan jahat.

Aku menghadap ke arah Salim. Aku mengabarinya jika aku hendak melakukan safar. Maka dia memegangku dengan kedua tangannya yang masih kecil sebagai ungkapan selamat jalan.

Aku telah meninggalkan rumahku lebih dari satu bulan. Selama itu, aku masih senantiasa menghubungi istriku dan juga berbicara kepada anak-anakku selama ada kesempatan. Aku sangat rindu kepada mereka. Ah, betapa rindunya aku kepada Salim. Aku sangat ingin mendengarkan suaranya. Dialah satu-satunya yang belum berbicara denganku semenjak aku melakukan safar. Bisa jadi karena dia berada di sekolah, bisa juga dia berada di masjid ketika aku menghubungi mereka.

Setiap kali aku berbicara dengan istriku perihal kerinduanku padanya (Salim), maka ia tertawa suka cita dan bahagia. Kecuali kali terakhir aku meneleponnya, aku tidak mendengar tawanya seperti biasa, suaranya berubah.

Aku berkata kepadanya: “Sampaikan salamku kepada Salim.” Istriku menjawab: “Insya Allah…!” Kemudian ia terdiam.

Terakhir, aku pun kembali ke rumah. Aku ketuk pintu. Aku berangan-angan jika Salim yang akan membukakan pintu itu. Akan tetapi, aku mendapati anakku Khalid yang usianya belum sampai 4 tahun membukakan pintu. Aku gendong dia, dan dia berteriak-teriak: “Baba…baba…”

Aku tidak tahu kenapa dadaku berdebar ketika memasuki rumah.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Istriku menyambutku. Wajahnya mulai berubah, seolah-olah kebahagiaannya dibuat-buat.

Aku perhatikan ia baik-baik kemudian aku bertanya: “Ada apa denganmu?”

Ia berkata: “Tidak apa-apa.”

Tiba-tiba aku teringat Salim, maka aku berkata: “Dimana Salim.”

Istriku menundukkan wajahnya dan tidak menjawab. Airmata yang masih hangat menetes di pipinya.

Aku berteriak, “Salim…! Di mana Salim?”

Aku mendengar suara anakku Khalid yang hanya bisa mengatakan: “Baba…”

“Salim telah melihat surga,” kata istriku.

Istriku tidak kuasa dengan situasi ketika itu. Ia hendak menangis, hampir saja ia pingsan. Maka kemudian aku keluar dari kamar.

Aku tahu setelah itu, bahwa Salim terserang panas yang sangat tinggi beberapa hari sebelum kedatanganku. Istriku telah membawanya ke rumah sakit, ketika tiba disana maka ia menghembuskan nafas terakhir. Ruhnya telah meninggalkan jasadnya.
Aku mengira, anda semua wahai para pembaca akan menangis, dan air mata anda akan mengalir sebagaimana air mata kami juga mengalir. Anda akan tersentuh sebagaimana kami juga tersentuh. Aku berharap Anda semua tidak lupa untuk mendoakan Salim, lebih khusus lagi bagi ibunya yang tetap teguh menjalankan tugasnya walaupun suaminya pergi. Jadilah ibu tersebut seperti perusahaan sebenarnya yang menghasilkan kaum laki-laki yang kuat. Semoga Allah membalas amal kebaikannya.(Pelaku dari kisah ini termasuk diantara dai yang ternama dan terkenal. Ia memiliki banyak rekaman, ceramah dan tulisan. Sumber diambil dari kisah yang berjudul “Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada siapa yang Ia kehendaki”,

~Hadist Keutamaan Menahan Marah~

Foto: ~Hadist Keutamaan Menahan Marah~

Posted By: Admin AL

Budayakan LIKE !!!!!!!!!!!!!!!!!!! :D


1. Rasulullah Saw, bersabda : “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya...” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ibnu Mas’ud ra Rasulullah S
aw bersabda : “Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian...? Sahabat menjawab : yaitu diantara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim)

3. Al Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Anas Al Juba’i , bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang mampu menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

4. Al Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Tidaklah hamba meneguk tegukan yang lebih utama di sisi Allah Swt, dari meneguk kemarahan karena mengharap wajah Allah Swt.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)

5. Al Imam Abu Dawud rahimahullah mengeluarkan hadits secara makna dari shahabat Nabi, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah Swt kecuali Allah Swt akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud dengan sanad Hasan)

6. “Dari Abu Hurairah ra, bahwa seseorang berkata kepada Nabi Saw : berwasiatlah kepadaku. Beliau bersabda : “jangan menjadi seorang pemarah”. Kemudian diulang-ulang beberapa kali. Dan beliau bersabda : “janganlah menjadi orang pemarah” (HR. Bukhari) .

Rasulullah Saw tidak pernah marah jika celaan hanya tertuju pada pribadinya dan beliau sangat marah ketika melihat atau mendengar sesuatu yang dibenci Allah, maka beliau tidak diam, beliau marah dan berbicara. Ketika Nabi Saw melihat kelambu rumah Aisyah ada gambar makhluk hidupnya (yaitu gambar kuda bersayap) maka merah wajah Beliau dan bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang membuat gambar seperti gambar ini.” (HR. Bukhari Muslim).

Al Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Anas ra : “Anas membantu rumah tangga Rasulullah Saw selama 10 tahun, maka tidak pernah beliau berkata kepada Anas : “ah”, sama sekali. Beliau tidak berkata terhadap apa yang dikerjakan Anas : “mengapa kamu berbuat ini.” Dan terhadap apa yang tidak dikerjakan Anas,”Tidakkah kamu berbuat begini.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitulah keadaan beliau senantiasa berada diatas kebenaran baik ketika marah maupun ketika dalam keadaan ridha/tidak marah. Dan demikianlah semestinya setiap kita selalu diatas kebenaran ketika ridha dan ketika marah. Rasulullah Saw, bersabda : “Ya Allah, aku memohon kepada-MU berbicara yang benar ketika marah dan ridha.” (Hadits shahih riwayat Nasa’i).

Dr, Aidh bin Abdullah Al-Qarni M.A mengatakan, Berhati-hatilah terhadap keributan, karena ia sangat melelahkan. Jauhilah sikap mencerca dan mencela, karena ia sangat menyiksa.

Setelah kita mengetahui keutamaan menahan marah, seperti yang diuraikan diatas, sekarang coba kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, bagaimana kita kalau sedang marah selama ini...? Apakah kita mampu menahan marah...? Atau apakah saat marah kita tetap mampu menahan dan mengendalikan amarah kita hingga tidak berlebihan.

Sesungguhnya Iblis itu berdiri di hadapanmu, nafsu di sebelah kananmu, dunia di belakangmu, anggota di sekelilingmu dan Allah juga bersamamu.

Iblis yang dilaknat menyuruhmu meninggalkan agama. Nafsu menyuruhmu berbuat maksiat. Keinginan hawa nafsu menyerumu ke arah syahwat. Dunia menyeru supaya memilihnya daripada Akhirat. Anggotamu menyerumu berbuat dosa. Allah menyerumu ke Syurga dan keampunan-Nya.

Siapa yang menyahut seruan iblis terkeluarlah agamanya. Siapa yang menyahut seruan nafsu terkeluar rohnya (roh kemanusiaan). Siapa yang menyahut seruan syahwat, terkeluar akalnya. Siapa yang menyahut seruan anggota, terkeluarlah Syurganya. Siapa yang menyahut seruan Allah, terkeluarlah kejahatannya dan memperolehi segala kebaikan.

semoga bermanfaat1. Rasulullah Saw, bersabda : “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya...” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ibnu Mas’ud ra Rasulullah Saw bersabda : “Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian...? Sahabat menjawab : yaitu diantara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim)

3. Al Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Anas Al Juba’i , bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa yang mampu menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

4. Al Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Tidaklah hamba meneguk tegukan yang lebih utama di sisi Allah Swt, dari meneguk kemarahan karena mengharap wajah Allah Swt.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)

5. Al Imam Abu Dawud rahimahullah mengeluarkan hadits secara makna dari shahabat Nabi, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah Swt kecuali Allah Swt akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud dengan sanad Hasan)

6. “Dari Abu Hurairah ra, bahwa seseorang berkata kepada Nabi Saw : berwasiatlah kepadaku. Beliau bersabda : “jangan menjadi seorang pemarah”. Kemudian diulang-ulang beberapa kali. Dan beliau bersabda : “janganlah menjadi orang pemarah” (HR. Bukhari) .

Rasulullah Saw tidak pernah marah jika celaan hanya tertuju pada pribadinya dan beliau sangat marah ketika melihat atau mendengar sesuatu yang dibenci Allah, maka beliau tidak diam, beliau marah dan berbicara. Ketika Nabi Saw melihat kelambu rumah Aisyah ada gambar makhluk hidupnya (yaitu gambar kuda bersayap) maka merah wajah Beliau dan bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang membuat gambar seperti gambar ini.” (HR. Bukhari Muslim).

Al Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits Anas ra : “Anas membantu rumah tangga Rasulullah Saw selama 10 tahun, maka tidak pernah beliau berkata kepada Anas : “ah”, sama sekali. Beliau tidak berkata terhadap apa yang dikerjakan Anas : “mengapa kamu berbuat ini.” Dan terhadap apa yang tidak dikerjakan Anas,”Tidakkah kamu berbuat begini.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitulah keadaan beliau senantiasa berada diatas kebenaran baik ketika marah maupun ketika dalam keadaan ridha/tidak marah. Dan demikianlah semestinya setiap kita selalu diatas kebenaran ketika ridha dan ketika marah. Rasulullah Saw, bersabda : “Ya Allah, aku memohon kepada-MU berbicara yang benar ketika marah dan ridha.” (Hadits shahih riwayat Nasa’i).

Dr, Aidh bin Abdullah Al-Qarni M.A mengatakan, Berhati-hatilah terhadap keributan, karena ia sangat melelahkan. Jauhilah sikap mencerca dan mencela, karena ia sangat menyiksa.

Setelah kita mengetahui keutamaan menahan marah, seperti yang diuraikan diatas, sekarang coba kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, bagaimana kita kalau sedang marah selama ini...? Apakah kita mampu menahan marah...? Atau apakah saat marah kita tetap mampu menahan dan mengendalikan amarah kita hingga tidak berlebihan.

Sesungguhnya Iblis itu berdiri di hadapanmu, nafsu di sebelah kananmu, dunia di belakangmu, anggota di sekelilingmu dan Allah juga bersamamu.

Iblis yang dilaknat menyuruhmu meninggalkan agama. Nafsu menyuruhmu berbuat maksiat. Keinginan hawa nafsu menyerumu ke arah syahwat. Dunia menyeru supaya memilihnya daripada Akhirat. Anggotamu menyerumu berbuat dosa. Allah menyerumu ke Syurga dan keampunan-Nya.

Siapa yang menyahut seruan iblis terkeluarlah agamanya. Siapa yang menyahut seruan nafsu terkeluar rohnya (roh kemanusiaan). Siapa yang menyahut seruan syahwat, terkeluar akalnya. Siapa yang menyahut seruan anggota, terkeluarlah Syurganya. Siapa yang menyahut seruan Allah, terkeluarlah kejahatannya dan memperolehi segala kebaikan.

SEMOGA BERMANFAAT